Saturday, May 18, 2013

Aku tidak tahu seberapa percaya kalian padaku



Aku tidak tahu seberapa percaya kalian padaku. Aku bukan menantu dari seorang mertua, Aku bukan istri dari seorang suami, Aku bukan pacar dari seorang lelaki, Aku bukan ahli psikologi, Aku bukan dokter jiwa, Aku bukan. Tapi kalian dengan senang hati bercerita. Walaupun itu aib, Aku juga senang hati mendengarkan. Kalian meminta saran, Kalian meminta solusi, Padahal kalian tau, Aku tidak sehebat kalian hingga diuji Tuhan dengan kondisi itu. Aku tidak tahu seberapa percaya kalian padaku. Kalian tahu aku belum tahu, Tapi kalian mempercayaiku untuk menjadi salah satu pemberi saran dari ceritamu. aku tidak tahu seberapa percaya kalian padaku.

Thursday, May 16, 2013

Dongeng



Kamu tahu kan aku suka nulis ? kamu juga tahu kan aku selalu membiarkan imajinasiku berjalan-jalan? Kamu tahu, imajinasiku menemukan sesuatu. Ssssstttt.. tapi kamu jangan bilang bilang. Aku akan beritau kamu. Imajinasiku menemukan laki-laki berdiri di pinggir jalan, imajinasiku mendatanginya dan menanyakan “siapa kamu?”, spontan laki-laki itu menjawab “aku gundala putra petir.” Imajinasiku tertawa kaget, melihat tampilan necis dengan jas putih percis seperti dokter. Tapi dengan bangganya dia bilang bahwa namanya adalah Gundala putra petir. Imajinasiku berhenti tertawa, dan melihat si dokter gundala tadi. “apakah kamu superhero juga?” tanya lelaki itu. “Bukan, aku Cuma numpang lewat aja.” . “ heeeyy, aku tanya kamu siapa, apa superhero juga, bukan apa yang kamu lakukan disini.” Kemudian lelaki itu tertawa tanpa henti. 

Imajinasiku heran, siapa orang ini. Jawaban-jawaban spontannya membuat imajinasiku malu, membuat imajinasiku bingung tak tentu. Kesederhanaan ucapannya, humble. Dia, percis seperti pemeran utama pada kisah cinta yang akan kutulis, dan yang sedang dicari oleh imajinasiku. Kebetulan-kebetulan yang dia bawa juga pas, memenuhi puzzle-puzzle cerita yang sedang kubentuk. Dia, Ketemu!

Monday, May 13, 2013

Geguritan ala Saya



Aku berharap ada yang bisa kuingat sekarang. Tentang cinta, tentang persahabatan. Aku berharap aku bisa sehumble seseorang, hingga semua terasa dekat, terasa memeluk dengan erat. Cinta, sebuah misteri yang ingin sekali dubuktikan banyak orang. Semua bilang, bahwa tampan adalah penilaian ketiga dari serangkaian. Status dan pekerjaan begitu dilihat dan dijadikan patokan. Mereka mencari, menilai, meneliti, memilah, memilih. Dan aku, dengan bodohnya masih tetap melakukan sebuah pertaruhan dengan keyakinan. Karena keyakinan dari Tuhan itulah aku berdiri, memilih sendiri dan tak mau diganggu siapapun. Aku percaya, sang Maha kuasa sudah mempersiapkan yang terbaik. Aku percaya..


Thursday, May 02, 2013

sketch in love



Di hadapannya, aku terlalu akrab dengan segala tingkah lakuku, hingga aku lupa siapa diri ini. Dia memberikan canda dan ucapan-ucapan biasa tapi terasa sangat menakjubkan. Dia laki-laki yang membuatku tak perlu berpura-pura apapun di hadapannya, yang bisa membuatku tertawa pecah hingga mengumpat tanpa sengaja. Yaa, walaupun setelah itu aku langsung membekap mulutku sendiri, dan kita tertawa. “nggak apa-apa, biasa aja. Kayak sama siapa aja sih kamu ini.” Ucapmu dengan suara khas lelaki yang berat namun terdengar mengayomi. Suara itu yang membuatku merasa teduh, kamu dan segala hal darimu, tak memberikan alasan untuk tidak membuatku jatuh cinta. Aku jatuh cinta. Secara tidak sengaja, aku jatuh cinta. Untuk keberapa kalinya ya aku sudah jatuh cinta padamu, apakah ini yang ketiga? Apakah aku akan terus jatuh cinta tiap bertemu denganmu? Mungkin iya, setiap kali bersamamau, aku akan jatuh cinta lagi padamu. Terus, dan terus seperti itu. Aku jatuh cinta..

Wednesday, May 01, 2013

hopeless



 Perbedaan selalu menciptakan gesekan moral yang bisa menimbulkan percikan api. Tapi, adakah orang yang mampu menjadikan perbedaan itu sebagai hal yang menyenangkan? Saya berharap Tuhan.. berharap yang berakhlak mulia nan bermoral. Berharap yang mengutamakan sholat dan puasa, zakat, dan orangtua. Namun orang bilang, dia tidak di dunia. Dia setengah dewa..



" Berdasarkan perasaan, kadang aku bisa mengatur hariku. Tapi hariku selalu gagal dalam mengatur perasaan "