Tuesday, January 08, 2013

Done !


Jadi hidup bila ada passion nya
Jadi bahagia bila ada ingin nya
Jadi bisa bila ada usaha nya
Jadi nyata bila ada doa nya
Semuanya bisa jadi
Asal bila terpenuhi..

Saturday, January 05, 2013

move on





Harusnya nggak begini ini..
Aaarrrrrgghhh aku kenapa sih?
Kok aku belum bisa move on sih?
Ini apa yang salah?
Pertanyaan-pertanyaan terus kuhujamkan pada pikiranku sendiri, apalagi yang perlu kulakukan selalu terasa ngambang. Apa iya aku harus keluar secara paksa dari zona amanku? Aku harus memaksa otak untuk berhimpitan dengan masalah agar otakku lebih terlatih lagi?. Setelah melewati pergantian tahun dan mengoreksi diri, sejujurnya aku merasa belum berkembang secara benar. Aku masih tetap jadi mahasiswi yang nilainya pas-pas an tanpa ada sesuatu lain yang bisa aku jadikan kesibukan membanggakan. Bisnisku berantakan, hobbyku hanya sekedar jadi hobby, dan males belajar bener-bener jadi raja di tahun 2012. Aku sering nonton film-film, mulai dari film motivasi hingga film cinta. Nggak hanya ngelihat dari sisi cinta, tapi dari sisi suksesnya. Di film perahu kertas, pemeran kugy bisa eksis di kantor advertising karena dia mengembangkan bakatnya. Dia kuliah rapi selama 4 tahun. Kuliah rapi, oke mungkin ada yang salah sama cara belajarku. Di film 5cm, ian bisa lulus kuliah karena dia mau keluar dari zona amannya. Dia lari ngejar skripsi dan sukses, oke aku kurang berlari mengejar semua jadwal. Cinta suci zahrana, pemeran zahrana yang kuat iman dan sangat suka mengejar keberhasilan membuatnya bisa sukses sana-sini. Walaupun disitu diceritakan bahwa dia terlambat jodoh karena terlalu mementingkan kerjaannya, tapi aku nggak setuju. Menurutku ya itu jodohnya, jodohnya yg terlambat datang. Pada prinsipnya sosok zahrana tetap hebat. Dan aku? Bagaimana aku bisa hebat? Come on.. how could it do. Di film habibi&ainun, ainun bisa menjadi dokter dan habibi menjadi seorang sarjana lulusan jerman karena mereka sangat fokus pada pendidikan. Ainun yang udah dideketin sana-sini tetap fokus hingga bertemu habibi. Dan begitu pula habibi yang sangat tekun mencari segala cara untuk menyelesaikan mimpinya, membuat kereta api di jerman untuk menghidupi keluarga serta mewujudkan mimpinya. Dari segi keberhasilan, aku memang harus keluar dari zona amanku. Merapatkan jadwal, membuat nyata segala kesibukan, dan membulatkan tekat. Aku musti move on, harus ada yang berubah. Perempuan kecil yang selalu membuat onar harus bisa berevolusi jadi perempuan hebat. HARUS ! HARUS ! HARUS ! bismillahi tawakkaltu alallah lahaula wala kuwwata illaabillah, hasbunallhuwanikmal wakiil..

Habibi & Ainun



Siang panas, aku, iput, mba wi, sama nurul masuk ke salah satu mall di solo. Setelah kami merasakan betapa panasnya kota solo, ac di dalam mall langsung menyapa kami. Wussss.. fiuuhhhh.. legaaaaa.. Kami berjalan mnyusuri mall, melihat beberapa diskon yang sempat membuat mata terbelalak dan air liur hampir menetes. Its a discount meeeenn, 50% + 20% meeeeen.. WOW. Tapi bukan untuk belanja tujuan kami, tujuan kami adalah nonton. yeaaaayy.. setelah semalam kami gagal mendapatkan malam pergantian tahun yang indah, kami memilih hari pertama di tahun 2013 ini untuk nonton film “habibi & ainun” yang katanya romantis abis. Kami langsung jalan menuju lantai khusus XXI, dan memilih jam nonton. Jam yang paling dekat adalah jam 14.40, jadi kami masih punya waktu 1,5 jam buat jalan-jalan. Pertunjukan diskon di depan pintu masuk mall tadi, membuat kami memutuskan untuk menghabiskan waktu buat ng legain mata dan hati sambil nunggu jam film diputar. Jalan-jalan kesana, kesini, liat situ, sana, sini, capek. Dan jadwal kedua sambil nungguin nonton adalah cari makan. Tapi, sayang food court penuh. Finally, kita beli pizza hut super supreme ukuran besar dan disembunyiin di dalam tas. Hahahahaha, kelakuan kita emang.
mulai juga ini film.. THE STORY ABOUT HABIBI & AINUN..  

“ cintai aku seperti habibi dan ainun, jika kamu cintaiku, lepaskan ragumu, buang jauh keraguanmu padaku, maka akupun juga. Ketika benar kamu cintaiku, tundukkan egomu, maka akupun juga. Ketika kamu cintaiku, tetapkan rasa percaya padaku, maka akupun juga. Karena kita tidak hanya akan hidup selama satu atau dua hari bersama, tapi hingga aku habiskan waktu yang tersedia. Untukmu, yang entah dimana..”

Abis nonton, aku Cuma punya satu kata buat itu film. “ thats cool “..  aku nangis dan sembeb begitu keluar dari studio 1 tempat film habibi & ainun diputar.
Kami pulang sambil hujan-hujan, motorku melaju membawa kami pulang ke kos. Sebelum sampai memasuki gerbang UMS, kami terhenti di lampu merah. Nungguin lampu merah berubah warna menjadi warna kesayangan mba wi (yang lagi aku boncengin), aku nanyain dia. “ berarti abis ini mbak tinggal pilih, yang mana cowoknya mba yang mirip habibi, itu yang dipilih “ . “ maksudnya? “ tanya nya sambil mengerutkan kening. “ kan cowoknya mbak ada 2? “ . “ oiya ya, hahahahaha “. Sedetik kemudian hatiku bertanya pada diriku sendiri, lah kamu milih siapa dit? Emang punya cowok? . Aku terdiam karena pertanyaanku sendiri, sedetik, dua detik, tiga detik, empat detik, dan jiwaku memberi jawaban..

Aku punya , aku punya pacar, bahkan lebih dari itu. Tapi dia masih disana, di tempat yang entah dimana. Aku yakin dia sedang memperbaiki dirinya, seperti aku yang juga melakukan hal yang sama.. jodohku..

Bali

Bali tahun 2010


Siang tadi, aku baru aja nonton film galau yang pernah booming di kalangan anak-anak galau jaman sekarang. Film yang diadopsi dari 2 novel karya Dee. Tahu kan film apa itu? Pasti tau dong.. that’s it, PERAHU KERTAS. Nggak salah berarti temen-temenku pada promosiin ini film. Bagus bangeeeett.. pemain-pemain film di dalamnya juga keren abis. Dan dari semua pemainnya, aku tertarik sama kinan. Kinan, laki-laki pemimpi yang sangat memperjuangkan cita-citanya. Sama dengan seseorang di bali yang sangat aku percaya. Dulu, aku nggak terlalu kenal dia. Aku hanya melihat sosok angkuh dari nya. Tapi, bali mengubah segalanya..
“ hei.. “ suara laki-laki dari seberang jalan raya depan matahari kutha
“ hei.. “ aku melambai dan terseyum yang memperlihatkan kedua gigi taringku
Dia berjalan kearahku dan diam di depanku. Dalam seper sekain detik aku masih tidak percaya bahwa dia adalah laki-laki angkuh itu, aku melihatnya dengan tatapan tidak percaya. Sampai ucapannya membuyarkan pikiranku..
“ mau kemana ini ? “
“ o, iya keeee.. kemana ya? Hehehe “ aku gelagapan karena aku belum tahu bali sama sekali
“  udah kemana aja tadi ? “ tanyanya kembali
“ tadi udah ke pantai nusa dua, terus ke GWK, sama ke pantai yang ada pulau kecil terus ada pure nya itu apa namanya mas aku lupa ? “
“ oo.. itu, tanah lot. “
“ iya iya itu, tapi tadi nggak ada sunset di tanah lot ms. Tadi mendung. “ sambil memainkan mulutku dan manyun-manyun nggak jelas
“ yuk jalan-jalan, ada kembang api di deket pantai “
“ yuk.. “
Kemudian kami berkeliling bali sambil naik motor bututnya yang jago nyelip di tengah kemacetan bali saat malam hari. Kami berputar-putar, hingga terdiam di pinggir pantai kutha. Ini adalah memori paling nggak bisa hilang dari otakku. Bukan karena terlalu indah, atau terlalu mendramantisir, tapi karena memori ini yang paling kuingat dari bentuk kepercayaanku padanya. Dimana pun orang bertanya “ dit, dia siapa kamu? “ aku selalu menjawab “ dia mas ku “ dengan santai. Aku percaya padanya karena aku tahu, dia selalu berada pada posisi netral yang paling sulit kucapai. Dia selalu menggunakan akalnya untuk mendengarkan ucapanku, dan tidak pernah berpihak dalam memilih sesuatu. Aku ingat dia pernah menjawab ceritaku tentang kejelekan seseorang yang kuceritakan panjang lebar kepadanya, jawaban yang mempesona.
“ gini ya, aku pengen kasih saran sama kamu. Mendingan, kamu cerita yang lain sama aku karena aku takut aku benci juga sama orang itu. Soalnya cerita-cerita kamu tadi bisa bikin imej dia jatuh di mata aku, sedangkan yang aku liat secara langsung itu dia nggak jelek samasekali. Aku bukan bilang kamu bohong, tapi mungkin itu sikap dia ke kamu dan beda lagi ke orang lain. Jadi, mendingan nggak usah diceritain kejelekan dia. “
Aku inget banget, bahwa jawaban dia kali itu sempat bikin aku kagum selama beberapa detik dan kemudian terbuyarkan lagi dengan ucapannya.
Memori kecil itu terus bersemayam di dalam otakku, memori itu semakin kuat karena hanya kepada dia aku menceritakan masalah terbesarku. Disisi pantai kutha, kulonggarkan pertahanan rahasia di dalam ingatanku. Kubuka satu per satu kunci yang menutup rapat mulutku untuk bercerita dan sedikit mengurangi bebanku. Kuceritakan segala masalah itu, cerita paling sakit yang pernah kupendam sendiri. Sendirian. Cerita itu terus tertutup, hingga akhirnya meledak beberapa bulan yang lalu. Ledakan kuat hingga membuatku berlari sekian kilometer jauhnya dari rumah, dan menangis selama ber jam-jam di dalam bus. Hebat bukan? Aku dan dia bisa menyimpan masalah itu selama 3,5 tahun lamanya. Hebat bukan? Aku bisa menahan kebohongan itu sendiri, dan hanya mengandalkan kepercayaanku padanya. Terimakasih dia. Terimakasih atas waktumu untuk mendengarku malam itu, karena itu adalah satu bentuk kepercayaanku yang paling besar kepada orang lain. Itu luapan sakitku, sakit yang kupendam dan kubawa lari ke bali, hingga ada orang yang mampu menguatkanku dan mampu membuatku bertahan selama 3,5 tahun lamanya. Terimakasih.. 

Saturday, December 29, 2012

12/29/2012 - 1 comment

Homogenic



Ini tentang TV. Yup , tentang TV. Bingung kan kenapa aku ngomongin tentang TV ? aku bakalan cerita tentang TV karena sebuah kejadian kecil yang membuatku sadar bahwa aku salah.
Pagi yang cukup capek, gara-gara semalem aku begadang sambil maen kartu sama bocah-bocah ini. Kulirik jam di meja kecil sebelah kasur, terlihat garisnya menunjukkan pukul 10.30 . ha? Jam setengah sebelas siang? Hadeeeehh.. pantes pusing banget ini kepala.
Aku langsung pergi menuju ruang TV karena harusnya memang aku langsung nonton TV kalo liburan gini. Nanya nggak gosok gigi atau mandi? Ini liburan dan aku dirumah, jadi mandi sama gosok gigi itu masuk di urutan kedua setelah ngecek acara di TV kalau aku baru bangun tidur. Aku pasang bantal, terus lihatin remote TV sampai detail. Ini TV baru dirumah, dan aku belum sempet lihat sama sekali. Lebih bagus emang daripada TV sebelumnya yang dipindah ke kamar adekku di belakang, tapi posisinya aneh. TV baru ini flat TV, jadi dia nempel di tembok. Posisi ruang TV yang ada 4 pintu di ruangan itu bikin posisi tembok Cuma ada di bagian depan yang ada bufet bekas TV lama bersemayam, dan jarak nya melebar bikin penonton pasti risih kalo tu TV ditempelinnya di tembok bagian itu karena harus agak naikin kepala pas nonton . Tapi, bokap nggak kalah akal. TV itu ditaro diatas pintu “ kamar mandi “. Yup, diatas pintu “ kamar mandi “. Apa perlu diulang? Udah jelas kan? . kalian pasti mikir keras buat bayangin betapa anehnya posisi TV itu. Dan sekarang, aku lagi ngelihat posisi TV baru yang aneh posisi nya itu Cuma sambil geleng-geleng kepala doang. Puas mandangin TV aneh itu, schedule kedua adalah ngotak-atik TV itu. Kebisaaan lama yang wajib dilakukan sama TV baru dirumah.
“ ngapain dek? “ tanya aryan sambil penasaran sama aktifitas anehku pagi itu
“ ini ni, ngatur channel TV “
“ kan udah pada lengkap channel nya? Mau diapain lagi? “
“ iihh, channel nya berantakan “ masih sambil serius ngotak-atik menu TV
“ berantakan? Trus rapi nya yang gimana? ”
“ yang kayak dulu, trans tv di no 1, indosiar di no 2, rcti di no 3, yang kayak dulu pokoknya “
“ yang kayak di kos an kamu juga? “
“ iya, di kos an juga udah aku atur gitu “
“ kenapa harus kamu jadiin homogen? “
“ kan biar gampang.. “
“ kenapa kamu nggak coba hafalin lagi aja? “
“ males tau! “
“ hmmm.. kadang kita emang musti belajar lagi dek “
“ maksudnya? “ aku berhenti ngutek-ngutek TV
Aku menatap mata aryan dengan serius, aku penasaran kenapa dia tiba-tiba ngomong seserius itu.
“ dunia ini luas dek, nggak semuanya sama. Lain tempat lain aturannya. Beda orang beda perasaannya, lain kata lain rasanya “
Dia terdiam sejenak, mungkin sekitar sepersekian detik dan aryan melanjutkan ucapannya.
“ kamu selalu bikin semua TV dimanapun sama aturannya, tapi itu nggak bisa kamu terapin di masalah-masalah kamu “
“ aku nggak nerapin kok “
“ nggak mungkin, kamu pasti pernah make aturan kamu sendiri di tempat orang. Itu kebisaaan dek, bisa dilihat dari hal sepele “
“ hmmmm.. oke i know, maybe have been do it. But i think isnt a mistake “
“ its a bigg mistake yu know “
Aku diem aja, nggak lanjutin otak-atik TV dan kubiarkan saja channel TV itu berada pada posisinya..berantakan (menurutku)..